KEGIATAN TTL 22 NOVEMBER 2021 - MATERIAL SHARING | "BENDERA, SERAGAM & LAMBANG GERAKAN PRAMUKA"

 

Kak Retno Deniaty Sari memberikan Materi dengan senyuman dan keceriaan kepada para peserta TTL LPKA palangka raya tentang Bendera ,Seragam dan Lambang Gerakan Pramuka.

Apa yang mereka pergunakan tentang Baju Pramuka memiliki arti kiasan tentang perjuangan Kemerdekaan Indonesia.

 

Arti Lambang Pramuka Indonesia

Description: Arti Lambang Pramuka Indonesia

Sebelum membahas apa makna lambang Pramuka, ada baiknya kita mengetahui siapa tokoh yang menciptakan lambang tersebut.

 

 

Lambang Pramuka Indonesia diciptakan oleh Soehardjo Admodipura, seorang pembina Pramuka yang aktif bekerja di lingkungan Departemen Pertanian Indonesia.

Logo berbentuk bayangan tunas kelapa digunakan sebagai lambang Pramuka sejak 14 Agustus 1961. Lambang Kepramukaan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972.

Lambang Gerakan Pramuka berbentuk tunas kelapa tersebut dapat digunakan pada bendera, panji, papan nama kwartir dan satuan, serta tanda pengenal administrasi Gerakan Pramuka.

Perhatikan gambar berikut;

Description: Lambang Pramuka Indonesia

Berikut ini beberapa gambar yang terdapat pada lambang Pramuka Indonesia dan artinya:

1.     Gambar Padi, melambangkan pangan (makanan).

2.     Gambar Kapas, melambangkan sandang (pakaian).

3.     Sepuluh Roda, melambangkan Dasa Darma Pramuka, yaitu sepuluh hal yang harus dilakukan oleh anggota Pramuka.

4.     Tulisan “Gerakan Pramuka” melambangkan bahwa organisasi ini sebagai satu-satunya wadah pendidikan kepanduan di Indonesia.

5.     Tunas Kelapa (Kitri), lambang utama Gerakan Pramuka Indonesia. Gambar ini menunjuk ke arah bintang yang mengandung makna bahwa Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi.

6.     Bintang lima, melambangkan Pancasila, yaitu dasar negara Indonesia.

Arti warna pada simbol dan lambang Pramuka:

  • Warna hijau melambangkan kesegaran hidup sesuatu yang sedang tumbuh.
  • Warna merah melambangkan kemeriahan hidup sesuatu yang sedang berkembang.
  • Warna kuning dan kuning emas melambangkan kecerahan hidup yang menuju ke keagungan dan keluhuran budi.
  • Warna coklat melambangkan kematangan jasmani dan rohani, kedewasaan dan keteguhan.

Lalu, apa arti tunas kelapa pada lambang gerakan Pramuka Indonesia? Disadur dari situs resmi Kemenpora, berikut ini penjelasan makna lambang gerakan Pramuka yang berbentuk tunas kelapa.

1. Tunas Kelapa

Tunas kelapa atau nyiur dalam keadaan sedang tumbuh dinamakan cikal, dan kata cikal bakal di Indonesia mengandung makna penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru.

Dengan kata lain, tunas kelapa yang sedang tumbuh tersebut mengkiaskan bahwa setiap anggota Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup Bangsa Indonesia.

2. Buah Kelapa Dapat Bertahan Lama

Seperti kita ketahui, buah kelapa atau nyiur dapat bertahan lama dalam kondisi apapun.

Ini mengkiaskan bahwa setiap anggota Pramuka adalah pribadi yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet, serta memiliki tekad besar dalam menghadapi tantangan dalam hidup dan menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah air dan bangsa Indonesia.

3. Buah Kelapa Dapat Tumbuh Di Mana Saja

Ini mengkiaskan bahwa setiap anggota Pramuka memiliki daya upaya dan kemampuan dalam menyesuaikan diri di manapun dia berada, dan dalam keadaan bagaimanapun juga.

4. Kelapa Tumbuh Menjulang Ke Atas

Bila kita perhatikan, pohon kelapa merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia dan tumbuhnya menjulang ke atas.

Ini melambangkan bahwa setiap anggota Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni mulia dan jujur, serta tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

5. Akar Kelap Tumbuh Kuat Di Dalam Tanah

Ini menggambarkan adanya tekad dan keyakinan di dalam diri setiap anggota Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat, dan nyata; yaitu tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri dalam mencapai cita-citanya.

6. Kelapa Merupakan Tumbuhan Serba Guna

Seperti kita ketahui, kelapa merupakan tumbuhan yang serba guna, mulai dari akarnya hingga ujungnya.

Ini merupakan kiasan bahwa setiap anggota Pramuka merupakan individu yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya bagi kepentingan bangsa, tanah air, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kepada umat manusia.

Baca juga: Pengertian Pramuka

Makna Lambang Pramuka Sedunia

Description: Arti Lambang Pramuka Sedunia

Berbeda dengan Pramuka Indonesia, organisasi kepanduan sedunia, yaitu World Organization of the Scout Movement (WOSM) memiliki lambang berbentuk kompas dan bunga dengan tiga ujung.

WOSM berdiri pada tahun 1920 dan berpusat di Genewa, Swiss. Organisasi ini didirikan oleh Lord Baden Powell yang dikenal sebagai Bapak Pandun Sedunia.

Tujuan utama dari WOSM adalah untuk mendidik masyarakat muda dengan berasaskan pada Janji Pramuka dan Hukum Pramuka sebagai sarana untuk membantu membangun dunia.

Description: Logo pramuka seduniaImage via Haurgeulis.com

Berikut ini penjelasan arti lambang gerakan Pramuka sedunia:

1. Kompas

Seperti halnya kompas yang selalu menunjukkan arah mata angin dengan tepat, ini melambangkan bahwa para anggota Pramuka merupakan individu yang dapat dipercaya dalam melakukan kegiatannya.

2. Helai Bunga Lili

Helai bunga Lili (Tree foil) dengan tiga ujung melambangkan bahwa kepanduan memiliki tiga janji, di Indonesia dikenal dengan Trisatya.

3. Dua Bintang

Ini melambangkan ilmu pengetahuan, dan juga melambangkan anggota pandu atau pramuka yang selalu berusaha memberikan penerangan dalam menolong orang lain.

4. Tali Melingkar Dengan Ujung Membuat Simpul Mati

Ini melambangkan bawah setiap anggota pandu di seluruh dunia dapat menjalin tali persahabatan dan tali persaudaraan antar sesama serta bermasyarakat.

5. Warna Putih

Warna putih pada lambang pandu sedunia mengandung makna bahwa setiap anggota pandu memiliki hati yang bersih dan suci.

6. Warna Dasar Ungu

Warna ungu yang menjadi warna dasarpada lambang pandu sedunia memiliki makna bahwa setiap anggota pandu memiliki keterampilan, kepemimpinan, serta senang membantu orang lain.

Baca juga: Pendidikan Karakter


Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa lambang Pramuka mengandung makna yang baik dan filosofis. Lambang tersebut merupakan gambaran dan harapan yang diinginkan dari setiap anggota Pramuka.

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai arti lambang Pramuka, baik Pramuka Indonesia maupun Pramuka sedunia. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

KEGIATAN TTL 15 NOVEMBER 2021 - HARI SUMPAH PEMUDA & PERINGATAN HARI PAHLAWAN INDONESIA

 

Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan  di laksanakan dengan melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dan setelah itu Menghafal Kode Kehormatan yaitu Tri satya dan Dasa Darma Pramuka sambil bermain .

Ini adalah salah satu metode Kepramukaan belajar sambil melakuakn dengan kegiatan yang menarik dan menantang dengan system berkelompok tampak antusias dimana dalam waktu mereka harus menghafal satu persatu dengan acak tidak berurutan dan harus kompak ,kerjasama dan focus terhadap materi yang dihafalkan sunguh tidak mudah namun akhirnya bisa dan sukacita , mereka melupakan apa yang terjadi terhadap dirinya dan makin semangat ikut pramuka.

Kode Kehormatan  Pramuka

 

Tri Satya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :

1.    Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuaan Republik Indonesia.

2.    Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.

3.    Menepati Dasa Dharma.

 

Dasa Dharma sendiri adalah 10 pedoman bagi Pramuka dalam bertingkah laku dalam kesehariannya.

Dasa Dharma

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia

3. Patriot yang sopan dan kesatria

4. Patuh dan suka bermusyawarah

5. Rela menolong dan tabah

6. Rajin, trampil dan gembira

7. Hemat, cermat dan bersahaja

8. Disiplin, berani dan setia

9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya

10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan

KEGIATAN TTL 8 NOVEMBER 2021 - MATERIAL SHARING | "UNDANG-UNDANG GERAKAN PRAMUKA, KODE KEHORMATAN PRAMUKA, TEPUK PRAMUKA & SALAM PRAMUKA"

 

Didalam Ruangan Belajar peserta Ticket To Life LPKA Palangka Raya  Kak Susva Amiyana menyampaikan Materi Undang Undang Gerakan Pramuka , Kode Kehormatan Gerakan Pramuka, Tepuk Pramuka dan Salam Pramuka, semua itu disampaikan dengan Belajar sambil melakukan  dengan kegiatan yang menarik dan menantang, akhirnya mereka tahu Apa tujuan Gerakan Pramuka dan ciri khas Pramuka itu sendiri yang akan menjadi pembiasaan diri dan karakter dalam kegiatan Kepramukaan .

·         Kita mengucapkan salam pramuka saat kita disapa ( Jika disapa, jawablah      [ salam ] ), dan pada saat pembina datang mengucapkannya (Bisa dalam suatu saat)

·         Salam hormat adalah salam yang diberikan kepada seseorang dengan kedudukan lebih tinggi, salam hormat diberikan saat : Upacara Bendera (Pengibaran dan diturunkan )

·         Tepuk pramuka berfungsi untuk membangun kekompakan, persaudaraan        ( Teman ), melaksanakan kegiatan ( Bisa kegiatan sosial [Khusus ] Tepuk pramuka bisa dijadikan jenis permainan.

·         Tepuk Pramuka terdiri dari 13 kali tepukan ( Dijumlahkan ). Angka 13 dalam tepuk Pramuka melambangkan jumlah Tri Satya 3 dan Dasa Dharma 10. Tri Satya merupakan sumpah diucapkan peserta Pramuka, Penggalang, tingkat Siaga, Penegak serta Pandega.

·         Manfaat motto dalam pramuka: Menambahkan rasa percaya diri kepada setiap anggota pramuka ( Semua )  dan meningkatkan rasa bangga sebagai anggota pramuka.

KEGIATAN TTL 25 OKTOBER 2021 - MATERIAL SHARING | "SEJARAH PRAMUKA INDONESIA"

 

Pemyampaian Materi “Sejarah Pramuka Indonesia”  yang langsung disampaikan oleh Kak Yakub Priyo Sudarmono selaku Tim leader Ticket To Life LPKA Palangka Raya, para peserta sangat antusias ,meskipun awalnya tidak tahu akhirnya tahu dan mengerti sejarah berdirinya Gerakan Pramuka ,

 

Gerakan pramuka di Indonesia dimulai pada tahun 1912. Hal tersebut bermula dari organisasi  Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) yang kemudian berganti nama menjadi Nederlands-Indische Padviders Vereeniging (NIPV) pada tahun 1916. 

Melihat gerakan pramuka yang berada di Indonesia membuat tokoh-tokoh gerakan nasional berniat mendirikan Padvinders (Pandu) untuk anak bangsa. 

Akhirnya terbentuklah Padvinders Indonesia seperti JPO (javaanse Padvinders Orgcmizatie), JJP (jong java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamftsche Padvinderzj), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), dan Padvinders Muhammadiyah yang kemudian menjadi nama Hizbul Wathan atau HW. 

Organisasi tersebut kemudian bersatu. Mulanya dibentuklah PAPI (Persaudaraan Antara Pandu Indonesia) yang merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928. 

Sayangnya PAPI tidak dapat bertahan lama. Kemudian terbentuklah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan).   

Namun, PAPI kemudian mengembangkan diri menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.  

Eksistensi gerakan kepanduan di Indonesia semakin meningkat. Hal tersebut membuat banyak gerakan kepanduan bermunculan di Indonesia pada tahun 1928-1935. Gerakan tersebut ada yang bernafas kebangsaan maupun agama. 

Kepanduan yang bernapas kebangsaan antara lain Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). 

Sedangkan kepanduan yang bernapas agama seperti Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathan, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Asas Katolik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI). 

Pada 28 Desember 1945 terbentuklah Pandu Rakyat Indonesia di Solo. Kepanduan ini merupakan satu-satunya organisasi kepanduan Indonesia dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Nomor 93/Bhg.A, tanggal 1 Februari 1947.

Namun, tahun-tahun berikutnya banyak organisasi kepanduan yang kembali bermunculan. Hingga kemudian Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan, mengganti keputusan Nomor 93/Bhg.A, Tanggal 1 Februari 1947 dengan Keputusan Nomor 23441/ Kab, Tanggal 6 September 1951. 

Hal ini memungkinkan organisasi kepanduan lain selain Pandu Rakyat Indonesia. Contohnya terbentuknya IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) pada 16 September 1951. Kemudian IPINDO diterima menjadi anggota International Conference (Organisasi Kepanduan Sedunia) mewakili Indonesia masuk dalam Far East Regional Scout Officer pada tahun 1953. 

Lalu ada tahun 1954, terbentuklah organisasi POPPINDO (Persaudaraan Organisasi Pandu Puteri Indonesia) dan PKPI (Kepanduan Putri Indonesia) yang melebur menjadi PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia). 

Jika dijumlah, dari tahun 1950 hingga 1960, organisasi kepanduan di Indonesia berjumlah 100. Organisasi-organisasi tersebut terhimpun dalam tiga federasi organisasi, yaitu IPINDO, POPPINDO dan PKPI. 

Akhirnya, pada tanggal 9 Maret 1961, Presiden Soekarno memberikan amanat pemimpin pandu di Istana Merdeka. 

Beliau menyatakan pembubaran semua organisasi kepanduan di Indonesia dan kemudian meleburnya menjadi organisasi baru yang bernama Gerakan Pramuka dengan lambang tunas kelapa. 

Maka, terciptalah Keppres No 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang. 

Akhirnya Gerakan Pramuka di Indonesia mulai dikenalkan secara resmi di Indonesia pada 14 Agustus 1961. Hal tersebut bersamaan dengan Presiden RI menganugerahkan panji-panji sebagai penghargaan keikutsertaan para pandu dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.

Saat Gerakan Pramuka dikenalkan pada tanggal 14 Agustus 1961, maka 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pramuka. Setiap tahunnya seluruh anggota Gerakan Pramuka se-Indonesia akan memperingati hari tersebut. 

Sejarah pramuka di Indonesia cukup panjang dengan berbagai organisasi. Walau begitu, perbedaan tersebut akhirnya berhasil bersatu menjadi satu kesatuan. Selamat Hari Pramuka untuk seluruh anak Indonesia!

KEGIATAN TTL 18 OKTOBER 2021 - SOSIALISASI TAHAP AWAL TTL KEPADA PESERTA TTL LPKA PALANGKA RAYA

 


Sosialisasi bagi calon peserta Pasukan Ticket To Life agar mengetahui Tujuan Tiket To Life di LPKA Palangka Raya dengan adanya Pusat Dukungan APR Untuk Anak-anak dan remaja jalanan, Anak-anak dan remaja yang terkena dampak konflik atau bencana, Pengungsi, Pengungsi, Anak-anak dan remaja yang terkena HIV, Anak-anak dan remaja yang hidup dengan disabilitas, Anak-anak dan remaja yatim piatu atau dalam perawatan otoritas publik atau swasta, Etnis minoritas, Anak berkonflik dengan hukum yang berada di fasilitas remaja/pusat penahanan remaja di Kalimantan Tengah Indonesia.

Sehingga kerjasama antara LPKA dan Gerakan Pramuka Saka Widya Budaya Bakti berjalan selaras dan seiring sesuia dengan Tujuan Gerakan Pramuka. Ada 35 orang Calon peserta yang mengikuti sosialisasi sebaagai Pasukan Tiket To Life LPKA Palangka Raya.



KEGIATAN TTL 11 OKTOBER 2021 - ORIENTASI TTL BERSAMA ORANG TUA ASUH DI LPKA

 



Tiket To Life juga disampaikan kepada orang tua wali atau di LPKA biasa disebut orang Tua Asuh yang bertanggung jawab atas seluruh kehidupan Peserta TTL LPKA Palangka Raya.

Karena semua peserta Tiket To Life di LPKA wajib dan harus diwakili oleh orang tua asuh bagi anak anak yang terjerat Hukum di Indonesia .

Selain itu juga mereka juga kebanyakan tdk pernah dikunjungi oleh Orang tua karena pelangaran mereka ,dan jarak yang jauh .

LPKA sudah menyediakan orang tua asuh yaitu Kak Fahri dan Kak lukman Hakim selaku Pembina dan penjaga LPKA ,akhirnya kita bisa bertemu dan menyampaikan Proyek Tiket To life kepada mereka untuk pemberian semangat yang baru dan hidup yang baru dari gelap menuju Terang.dengan adanya Pusat Dukungan APR Untuk Anak-anak dan remaja jalanan, Anak-anak dan remaja yang terkena dampak konflik atau bencana, Pengungsi, Pengungsi, Anak-anak dan remaja yang terkena HIV, Anak-anak dan remaja yang hidup dengan disabilitas, Anak-anak dan remaja yatim piatu atau dalam perawatan otoritas publik atau swasta, Etnis minoritas, Anak berkonflik dengan hukum yang berada di fasilitas remaja/pusat penahanan remaja di Kalimantan Tengah Indonesia .


KEGIATAN TTL 4 OKTOBER 2021 - PERTEMUAN ORIENTASI PROYEK TTL DI LPKA BERSAMA PIMPINAN LPKA DAN TIM TTL LPKA

 

Pertemuan Bersama Pimpinan LPKA Pak Sambudianor Selaku Kepala Bidang Pembinaan LPKA Palangka Raya sekaligus memohon ijin dan Orientasi  Proyek Ticket To Life di LPKA Palangka Raya ,Kak Yakub selaku Leader TTL bersama Tim TTL LPKA Palangka Raya menyampaikan Tujuan dan Manfaat TTL bahwa Program Ticket To Life yang dilaksnakan bersama  Pusat Dukungan APR Untuk Anak-anak dan remaja jalanan, Anak-anak dan remaja yang terkena dampak konflik atau bencana, Pengungsi, Pengungsi, Anak-anak dan remaja yang terkena HIV, Anak-anak dan remaja yang hidup dengan disabilitas, Anak-anak dan remaja yatim piatu atau dalam perawatan otoritas publik atau swasta, Etnis minoritas, Anak berkonflik dengan hukum yang berada di fasilitas remaja/pusat penahanan remaja di Kalimantan Tengah Indonesia

TTL memiliki tujuan  untuk membimbing anak-anak dan remaja ini, yang berusia antara enam dan 16 tahun, dalam berbagai aspek seperti penemuan harga diri dan harga diri, pengembangan karakter, eksplorasi diri dan semangat tim; memungkinkan mereka untuk mengembangkan rencana dan memulai kehidupan yang bermakna melalui Pramuka -- mempersiapkan mereka sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab.

Tidak hanya itu dengan adanya Tiket To Life LPKA Palangka raya maka kita memantapkan MOU antara SWBB bersama LPKA Palangka Raya seiring dan sejalan makin sesuai harapan.


MISI DAN TUJUAN TICKET to LIFE

 


Proyek Ticket to Life (TTL) adalah proyek unggulan yang sedang berlangsung yang dilaksanakan oleh Pusat Dukungan Asia-Pasifik dari Organisasi Gerakan Pramuka Dunia. Terutama ditujukan untuk mendidik anak-anak dan remaja dalam keadaan yang sangat sulit melalui Pramuka, proyek ini saat ini sedang dilaksanakan di delapan negara di Kawasan Asia-Pasifik: Bangladesh, India, Indonesia, Nepal, Pakistan, Filipina, dan Thailand. Saat ini, ada 392 Pramuka di 12 Pasukan Pramuka di negara-negara ini


Tujuan

 

Proyek ini bercita-cita untuk memungkinkan anak-anak dan orang muda terutama dalam keadaan sulit yang tinggal di negara berkembang menjadi terintegrasi ke dalam masyarakat. TTL bertujuan untuk membimbing anak-anak dan remaja ini, yang berusia antara enam dan 16 tahun, dalam berbagai aspek seperti penemuan harga diri dan harga diri, pengembangan karakter, eksplorasi diri dan semangat tim; memungkinkan mereka untuk mengembangkan rencana dan memulai kehidupan yang bermakna melalui Pramuka -- mempersiapkan mereka sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab.

 

Tujuan proyek

 

1.   Terus mendukung Pasukan Pramuka di delapan NSO dan terus maju di bawah Skema Progresif Organisasi Kepanduan Nasional;

2.   Membentuk Pasukan Pramuka baru di delapan NSO di mana Proyek Ticket2Life sudah ada, dengan peningkatan jumlah keanggotaan Pramuka; dan

3.   Perluas Proyek Ticket2Life ke lima NSO baru.



Sumber : https://www.scout.org/ticket2life



LPKA KELAS II PALANGKA RAYA TAK PERNAH PUAS, WUJUDKAN TERUS PEMBINAAN KEPRAMUKAAN BAGI ANDIKPAS


Palangka Raya - Bertempat di Halaman LPKA Kelas II Palangka Raya, seluruh Anak didik pemasyarakatan ikuti kegiatan kepramukaan.


Anak didik pemasyarakatan sangat giat ikuti kegiatan kepramukan tersebut yang diselenggarakan oleh Ketua Pinsaka Satuan Karya Widya Budaya Bhakti Pangkalan BP PAUD DIKMAS Provinsi Kalimantan Tengah (Yakub) di halaman LPKA Kelas II Palangka Raya (19/07).


Agar kegiatan pramuka tetap berjalan lancar dan baik dimasa pandemi ini, kegiatan tersebut tetap disiplin protokol kesehatan yaitu dengan menggunakan masker dan menjaga jarak. Kegiatan pramuka ini juga tetap diawasi langsung oleh petugas pengawasan dan staf pembinaan.

"Dalam latihan kepramukaan hari ini kita memberikan materi tentang asas kebersamaan melalui tepukan pramuka serta memberikan latihan memasang tenda bagi Anak didik pemasyaraktan," ujar Yakub.

Kegiatan pramuka ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa kedalam generasi muda bangsa sehingga tidak lupa akan berbagai jasa pahlawan bangsa, membentuk suatu karakter para generasi muda yang toleran dan disiplin, dan menggali potensi diri serta meningkatkan keterampilan dan inovasi didalam generasi bangsa khusus bagi anak didik pemasyarakatan. memupuk rasa cinta tanah air dan menanamkan nilai kedisiplinan, mengubah pola mindset anak didik untuk berfikir positif.


Ngadi, Kepala LPKA Kelas II Palangka Raya menyampaikan bahwa "Kegiatan ini merupakan gambaran positif bahwa anak didik ini memiliki tujuan hanya satu yaitu berubah, yang artinya berubah untuk menjadi lebih baik, Latihan baris berbaris ini juga mengasah kemampuan anak didik sehingga nantinya mereka memiliki pengalaman dan dapat mereka implementasikan kelak di masyarakat" tutupnya.

 

ANDIKPAS ANTUSIAS IKUTI KEGIATAN PRAMUKA


Palangka Raya - Bertempat di Halaman LPKA Kelas II Palangka Raya, seluruh Anak didik permasyarakatan ikuti kegiatan kepramukaan dengan materi latihan baris-berbaris.

Anak didik permasyarakatan sangat giat ikuti kegiatan kepramukaan tersebut yang diselenggarakan oleh Ketua Pinsaka Satuan Karya Widya Budaya Bhakti Pangkalan BP PAUD DIKMAS Provinsi Kalimantan Tengah (Yakub) di halaman LPKA Kelas II Palangka Raya (22/06)


Kegiatan pramuka ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa kedalam generasi muda bangsa sehingga tidak lupa akan berbagai jasa pahlawan bangsa, membentuk suatu karakter para generasi muda yang toleran dan disiplin, dan menggali potensi diri serta meningkatkan keterampilan dan inovasi didalam generasi bangsa khusus bagi anak didik pemasyarakatan. memupuk rasa cinta tanah air dan menanamkan nilai kedisiplinan, mengubah pola mindset anak didik untuk berfikir positif.


Ngadi, Kepala LPKA Kelas II Palangka Raya menyampaikan bahwa "Kegiatan ini merupakan gambaran positif bahwa anak didik ini memiliki tujuan hanya satu yaitu berubah, yang artinya berubah untuk menjadi lebih baik. Latihan baris berbaris ini juga mengasah kemampuan anak didik sehingga nantinya mereka memiliki pengalaman dan dapat mereka implementasikan kelak di masyarakat" tutupnya.



 

 

 

WEBINAR TTL 2021 BERSAMA KWARNAS 13-16 APRIL 2021

Sekjen Kwarnas: Yakin Program Ticket To Life Menjadi Program Skala Prioritas

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar, S.IP, M.A.P, Jum’at (16/4/2021) menutup secara resmi Webinar Nasional Ticket To Life (Webinar Nasional TTL) secara daring. Kegiatan Webinar Nasional TTL dilaksanakan selama 4 (empat) hari, yaitu mulai tanggal 13 s.d 16 April 2021, diikuti 105 peserta dari Kwarda seluruh Indonesia.

Kegiatan Webinar Nasional TTL  yang berlangsung selama empat hari itu diisi dengan paparan dan diskusi dengan menghadirkan beberapa narasumber dari Kementerian Sosial RI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Gerakan Pramuka, dan APR Regional. Para peserta telah merumuskan rekomendasi kepada Kwarnas Gerakan Pramuka dan APR Regional untuk dapat ditindaklanjuti. Selanjutnya para peserta juga diminta untuk membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) kegiatan Ticket To Life di daerahnya masing-masing.

Sekjen Kwarnas menyampaikan ucapan terima kasih kepada para narasumber, yaitu dari APR Regional, Kementerian Sosial RI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, dan Gerakan Pramuka. Terima kasih pula kepada staf pendukung dan seluruh peserta Webinar Nasional TTL yang secara aktif dan produktif, sehingga Webinar ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Program Ticket To Life ini merupakan bagian kepedulian Gerakan Pramuka untuk membantu anak-anak jalanan yang sudah berjalan di 7 (tujuh) Nasional Scout Organization, yaitu Banglades, India, Nepal, Filipina, Paksitan, Thailand dan Indonesia, jelas Kak Bachtiar.

Program Ticket To Life dari APR/WOSM  ini tentu akan sangat membantu generasi muda yang kurang mampu dari segi finansial, anak-anak yang hidup dijalanan dengan kondisi yang sangat memperihatinkan terutama pendidikan yang rendah, bahkan pembinaan mental, iman dan taqwanhya sangat kurang. Oleh karena itu melalui program TTL yang dilakukan gugusdepan/pangkalan khusus, mereka dibina kearah yang lebih baik menuju generasi muda yang unggul, harap Kak Bachtiar

“Dengan adanya program TTL yang mendapat dukungan dari APR Regional/WOSM diharapkan seluruh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka di tanah air dapat mewujudkan dan menjalankan program serupa dengan baik”. Ungkap kak Bachtiar

Selama ini kegiatan TTL sudah berjalan di Kwarda Jawa Barat dan DKI Jakarta, kedepannya diharapkan dapat menyusul Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengan dan Kwarda Jawa Timur serta kota-kota lainnya.

“Saya yakin program TTL menjadi program skala prioritas bukan hanya sekedar menjalankan kegiatan asal-asalan dengan road mapnya benar-benar harus diperhatikan secara serius”, harap Kak Bachtiar sekaligus mendelegasikan Abdimas untuk segera memetakan mana daerah-daerah yang banyak anak jalanan, sekaligus membuat standar operasional (SOP), mekanisme dan sistemnya.

Kak Bachtiar mengingatkan bahwa program TTL bukan hanya program Pramuka dan terus terang Pramuka tak mampu memegang beban itu karena keterbatasan finansial. Oleh karena itu perlu mengembangkan parthership, sinergitas dan kolaborasi dengan stakeholder terkait, misalnya Kementerian Sosial RI, Kementerian PPPA RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, pemerintah daerah (Gubernur/Bupati/walikota), civitas akademika, perusahaan swasta melalui CSR, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan  tokoh budaya, dan lain sebagainya.

“Jadi program TTL ini bukan sekedar program lewat saja, tapi tentu kita harus kerja the best and excellent untuk membina anak bangsa kearah yang lebih baik menuju generasi muda yang unggul”, Pungkas kak Bachtiar.

Turut hadir dalam acara penutupan Webinar Nasional TTL diantaranya Kak Ahmad Rusdi, Waka Kwarnas/Ketua Komisi Kerjasama Luar Negeri, para andalan nasional (Annas), yaitu Kak Saul RJ Saleky selaku Workshop Director, Kak Laiyin Nento, Kak Brata, Kak Rio Ashadi dan dari APR Regional: JR. Pangilinan, Syd Castillo, Ms. Arjay F Cameros, dan Aaron Lopez serta staf Kwarnas. (SD)

Sumber : https://pramuka.id/sekjen-kwarnas-yakin-program-ticket-to-life-menjadi-program-skala-prioritas/

KEGIATAN PRAMUKA - Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)



Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

1.   Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman :

  • Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehoramatan pramuka
  • Kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain
  • Kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan Pramuka di masyarakat

2.   Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan merupakan seperangkat ketrampilan dan pengetahuan kesehatan yang praktis dalam memberikan bantuan pertama kepada orang lain yang sedang mengalami musibah, antara lain pada pasien yang :

  1. Berhenti bernafas
  2. Pendarahan parah
  3. Shok
  4. Patah tulang






3.   Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pengetahuan Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para pramuka sesuai selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong orang lain yang mengalami kecelakaan.



  P3K patah tulang

  1. Tanda-tanda patah tulang
    • Penderita tidak dapat menggerakkan bagian yang luka
    • Bentuk bagian yang terkena tampak tidak normal
    • Ada rasa nyeri kalau digerakkan
    • Kulit tidak terasa kalau disentuh
    • Pembengkakkan dan warna biru di sekitar kulit yang luka



    2. Pedoman umum pertolongan pertama terhadap patah tulang
  • Pada umumnya patah tulang tidak pernah sebagai kasus darurat yang membutuhkan pertolongan segera, kecuali demi penyelamatan jiwa korban. Sebaiknya jangan menggerakkan atau mengganggu penderita, tunggu saja sampai dokter atau ambulans datang.
  • Kalau korban harus dipindahkan dari tempat yang membahayakan, pindahkan korban dengan cara menarik tungkai atau ketiaknya, sedang tarikannya harus searah dengan sumbu panjang badan
  • Kemudian lakukan memeriksa apakah ada luka-luka lainnya :
    • hentikan pendarahan serius yang terjadi
    • usahakan korban terhindar dari hambatan pernapasan
    • upayakan lalu lintas udara tetap lancer
    • jika diperlukan buatlah nafas buatan
    • jangan meletakkan bantal di bawah kepala, tapi letakkanlah di kiri kanan kepala untuk menjaga agar leher tidak bergerak
  • Kalau bantuan medis terlambat, sedang penderita harus diangkat, jangan mencoba memperbaiki letak tulang.
  • Pasanglah selalu pembelat (bidai) sebelum menggerakkan atau mengangkat penderita.